Jumat, 12 Februari 2016

Membuat Gambar Avatar



Memanipulasi Gambar
2.1.1 Mengubah Warna Kulit
1.      Langkah pertama, buka aplikasi adobe photoshop. Klik start >> all program >> adobe photoshop CS5

2.      Kemudian buka file. Klik menu File -> Open : Foto Model.jpg


3.      Agar gambar dan kulit berwarna kebiruan, klik menu Image -> Adjustments -> Hue/Saturation (Ctrl+U). Atur parameter Hue = -180 atau +180

4.      Kemudian warna selain kulit menjadi kebiruan. Agar kembali ke kondisi awal, klik History Brush Tool (B) . Di properti Bar atur Mode = Normal dengan Opacity
= 100 %. Klik kanan di layar

5.      Buat seleksi kotak di bagian hidung dan mata dengan Rectangular Marquee Tool (M) . Karena jika seluruh gambar diberi filter Liquify, komputer akan terasa
lambat.

6.      Sekarang, rubah bentuk hidung menjadi kotak. Klik menu Filters -> Liquify. Dengan
Forward Warp Tool , drag sebagai berikut :


7.      Untuk membesarkan mata gunakan Bloat Tool , Tekan terus mouse sehingga
mata sehingga mata menjadi besar sebagai berikut :

Hasil

Telinga
8.      Buka file, klik menu File -> Open : Telinga.psd

9.      Warna telinga ingin disesuaikan dengan kulit foto model. Oleh karena itu Telinga.psd lalu klik menu Image -> Adjustment -> Hue Saturation sampai mengikuti kulit foto
model file step1.jpg yang kebiru-biruan (dengan nilai -180).

10.  Jika warna sudah selesai, drag ke gambar foto model step1.jpg. Untuk membalikkan  telinga kanan, aktifkan Layer 2 lalu klik menu Edit-> Transform -> Flip Horizontal.
Silakan bereksperimen

Tekstur Kulit Zebra
11.  Buka file, klik menu File -> Open : Zebra.psd

12.  Dengan Move Tool (V) , drag tekstur zebra ke bidang kerja foto model seperti
gambar ini.

13.  Untuk sementara sembunyikan layer zebra / Layer 3 tersebut dengan klik icon
Visibility Layer di Layer 3.

14.  Dengan Magnetic Lasso Tool (L), seleksi secara otomatis seluruh wajah (tanpa
rambut).

15.  Biasanya ada kesalahan seleksi (ditandai lingkaran). Untuk memperbaikinya pindah ke Modus Edit in Quick Mask Mode (Q) , maka bidang yang tidak terseleksi
berwarna merah.

Dengan mengganti warna brush menjadi hitam atau putih, dapat membuat dan menghapus seleksi. Catatan : agar brush lebih halus / keras, klik kanan di bidang
kerja. Lalu atur parameternya Hardnessnya.

16.  Kembalikan modus menjadi Edit in Standard Mode (Q) seperti biasa. Kini
seleksi di wajah sudah sempurna kan ??

17.  Kemudian tampilkan layer tekstur zebra Visibility Layer di layer 3.
18.  Pastikan seleksi dan tekstur zebra / layer 3 aktif. Agar tekstur zebra masuk ke dalam seleksi klik icon Add Layer Mask beres.

19.  Agar tekstur hitam zebra tampil gelap / tua, atur Blending Mode = Color Burn
dengan kekuatan Fill = 30%.


20.  Untuk menghapus tekstur zebra di bagian hidung, aktifkan Layer Mask di Layer 3,
Klik Brush Tool (B), warna hitam, Drag pada bagian hidung.

21.  Dengan cara yang sama, tempatkan tekstur zebra ke bagian tubuh. silakan buat seperti
ini :

Bintik Putih
22.  Buat layer baru, klik icon Create a new Layer , lalu beri nama missal bintik
putih. Aktifkan Brush Tool , lalu di palette berikut atur menjadi seperti ini dengan ukuran
variatif.


23.  Klik warna putih lalu drag di wajah seperti gambit di bawah. Gunakan [ dan ] di
keyboard untuk mengatur besarnya brush variatif.

Teks AVATAR COSMETICS
24.  Buat teks AVATAR facial cosmetics. Font Maiandra. Gunakan imajinasi dan
kreatifitas agar mencapai hasil akhir seperti berikut ini :

Sabtu, 17 Oktober 2015

PRINSIP YANG MENDUKUNG PENDAYAGUNAAN


  1. Learnability menyangkut fitur sistem interaktif memungkinkan user baru memahami bagaimana menggunakannya pada saat awal dan mempertahankann kinerja pada level yang maksimal. Berikut ini prinsip-prinsip yang mempengaruhi Learnability :
    Prinsip
    Definisi
    Prinsip yang terkait
    Predictability
    Mendukung user untuk menentukan
    efek dari ‘future action’ berdasarkan catatan/sejarah interaksi sebelumnya
    Operation visibility
    Synthesizability
    Mendukung user untuk memperkirakan efek dari operasi sebelumnya pada keadaan saat ini
    Immediate eventual honesty
    Familiarity
    Pengetahuan dan pengalaman user dalam domain berbasis komputer atau dunia nyata lainnya dapat diterapkan ketika berinteraksi dengan sistem yang baru
    Guessability affordance
    Generalizability
    Mendukung user untuk menambah pengetahuan dari interaksi spesifik didalam dan diluar aplikasi – aplikasi ke situasi lainnya yang mirip
    Consistency
    Kemiripan dalam perilaku input /output yang muncul dari situasi atau tugas obyektif yang sama
  2. Flexibility berkaitan dengan banyaknya cara yang dapat ditempuh oleh end-user untuk bertukar informasi atau berkomunikasi dengan sistem. Berikut ini prinsip-prinsip yang mempengaruhi Flexibility :
    Prinsip
    Definisi
    Prinsip yang terkait
    Dialogue initiative
    Memungkinkan user terbebas dari kendala – kendala buatan (artificial) pada dialog input yang dipaksakan oleh sistem
    System/user preemtive-ness
    Multi – threading
    Kemampuan sistem untuk mendukung interaksi user yang berhubungan dengan lebih dari satu task pada suatu waktu (waktu)
    Concurrent vs. Interleaving, multy-modality
    Task migratability
    Kemampuan untuk melewatkan/memberikan kontrol dari eksekusi task yang diberikan sehingga menjadi task internal user atau sistem atau berbagi antar keduanya
    Substitutivity
    Memungkinkan nilai-nilai (values) ekuivalen antara input dan output yang masing-masing secara bebas dapat disubstitusi
    Representasi perkalian, kesamaan kesempatan (opportunity)
    Customizability
    Kemampuan user interface untuk dimodifikasi oleh user atau sistem
    Adaptivity, adaptability
  3. Robustness user menggunakan komputer untuk mencapai sekumpulan tujuan yang terkait dengan pekerjaannya atau area tugas tertentu. fitur robustness dari sebuah interaksi meliputi hal-hal yang mendukung keberhasilan pencapaian dan penilaian pencapaian tujuan tersebut, tingkat dukungan yang diberikan agar user dapat menentukan keberhasilannya atau tujuan (goal) yang diinginkan.Berikut ini prinsip-prinsip yang mempengaruhi Flexibility :
    Prinsip
    Definisi
    Prinsip yang terkait
    Observability
    Kemampuan user untuk mengevaluasi keadaan internal sistem dari representasi yang dapat dimengerti/dirasakan
    Browsability, static/dynamic defaults, reachability, persistence, operation visibility
    Recoverability
    Kemampuan user untuk melakukan koreksi bila sebuah error (kesalahan) telah dikenali
    Reachability, forward/back-ward recovery commensurate effort
    Responsiveness
    Bagaimana user mengetahui/menyadari laju komunikasi dengan sistem
    Stability
    Task conformance
    Tingkatan dimana sistem pelayanan mendukung semua tasks yang user ingin lakukan dan dengan cara yang user ketahui
    Task completeness, task adequacy


Untuk lebih jelas bisa dilihat : https://www.youtube.com/watch?v=NqJRSHWSfqM